Follow Us @soratemplates

6/07/2017

Dulu dan Sekarang

Juni 07, 2017 0 Comments





Dulu iya, hal itu menjadi bagian terpenting dalam penilaianku
Dulu iya, hal itu sangat menarik untuk selalu ku diperbincangkan
Dulu iya, hal itu selalu menjadi hal yang kurindukan

Tapi tahukah saat ini?, hal itu tetap menjadi penilaianku tapi bukan yang utama
Seiring bertambahnya usia dan Insya Allah bertambahnya ilmu hal itu bukan menjadi prioritas
Ada hal yang jauh lebih penting untuk dijadikan kriteria utama
Ada hal lain yang perlu di perjuangkan dibandingkan hal itu

Apakah kamu tahu itu?
Apakah kamu menyadarinya?
Apakah kamu sungguh sungguh tahu apa yang aku inginkan?
Apakah kamu juga sedang dalam proses menyempurnakannya?

Bukan, bukannya aku menuntut kesempurnaan darimu
Karena tidak ada yang sempurna, tapi saling menyempurnakan dalam kekurangan
Semoga kamu tahu apa yang ku maksudkan

Hal yang ku prioritaskan dulu adalah rupa, dan hal yang ku prioritaskan saat ini adalah?
Adalah akidah, hal itu adalah akhlak
Dimana dia yang utama, dimana hal itu sudah menduakan rupamu
Karena rupamu akan mengikuti akhlakmu

Kau mencintaiNya dulu dan lebih mencintaiNya


5/10/2017

Jangan merasa paling

Mei 10, 2017 0 Comments
Pic from Pinterest

Pernah tidak dengar seseorang bilang atau buat status "Salah apa ya Allah kenapa aku harus menderita begini?", pastinya pernah donk iya ga? hehe. Dalam hidup siapa sih yang tidak merasakan di uji atau mengalami ujian dalam hidupnya termasuk saya dan sobat semua. Tapi, saya termasuk salah satu oran yang tidak suka melihat seseorang lebay  atau bahkan koar-koar di sosmed tentang apa yang dialaminya. Boleh curhat atau membuat status di sosmed tapi tetap harus ada etikanya. Begitupun dengan mengeluh tetap boleh karena setiap orang punya hak untuk mengeluh tapi ya yang sewajarnya atau jangan lebay.

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS. Al-A’raaf:31)


2/27/2017

Kota Gudeg Part 1

Februari 27, 2017 0 Comments



Ada yang belum pernah ke Jogja?, pasti ada yang 
sudah dan ada yang belum. Hmm saya juga baru ke Jogja tahun 2016 sekitar tanggal 16-18 februari 2016, hampir satu tahun yang lalau tapi saya baru sempat posting foto2 nya. Bukan karena ga sempat, mungkin lebih ga disempatkan dan malas kali ya heheh

Say akan sedikit bercerita sedikit pengalaam saya saat di Jogja, ga banyak sih minimal bisa memberikan sedikit informasi dan bisa bermanfaat buat sahabat yang membaca postingan ini ;). Say ake Jogja bersama saudara dan teman saudara saya, sebut saja nama sau dara saya Mba Nevi (memang namanya hihi) dan Ita (teman kantor mba Nevi), jadi kami pergi bertiga. Singkat cerita saya sebelum pergi sering ngobrol ngobrol la dengan mba Nevi tentang keinginan saya untuk pergi jalan2 tapi belum kesampean, maklum anak rantau weekday kerja terus jadinya sibuk (ngeless aja deh :D). Sekitar Desember 2015 kami merencanakan liburan ke Jogja dan segera eksekusi rencana kami , karena jika ditunda ujung2nya tidak jadi, terkadang terlalu banyak rencana tanpa ada eksekusi segera gaaaak akan pernah jalan heheh.

Untuk referensi penginapan bagi kawan-kawan yang mau berlibur ke Jogja, saya dulu menginap dihotel Pantes. Harganya ga bikin kantong jebolll ko -/+ 150.000. Dulu saya beriga jadi masing-masing bayar 50 rb, kurang tahu sekarang mungkin ada kenaikan karena sudah tahun lalu saya kesana. Tapi jika ingin booking harus datang langsung tidak bisa by phone. alhamdulillah saya punya teman yang tinggal di Jogja jadi saya minta tolong untuk booking dan langsung melakukan pembayaran.









ini kondisi dalam kamarnya kurang lebih seperti ini saya kesana 2016 mungkin sekarang sudah berubah hehe



Sebenarnya waktunya sangat sedikit dan mepet untuk pergi, karena tiket kreta yang saya dapat juga tidak sesuai yang diinginkan. Harusnya berangkat Jumat sore tanggal 15 tapi tanggal 16 baru bisa berangkat. Sabtu pagi kami tiba yeayyyyy.

Di jogja kami tidak menyewa travel, istilahnya backpackeran kali ya critanya :D, kami bertanya ke pemilik penginapan dan penduduk sekitar mengunakan akses trans jogja.











Wajah lecek dan capek ya itulah ketika kami baru sampai destination. Kereta kami berangkat dari stasiun Senen jam 23.00 dan sampai Jogja sekitar jam 05.30. Sampai dilokasi kami tidak langsung menuju penginapan, kami baru bisa ke penginapan setelah jam 11.00  menunggu ceck out penyewa sebelumnya.  Berhubung perut kami lapar kami langsung mencari sarapan dan kebetulan tempat kami menginap sangat strategis yaitu dekat dengan jalan marioboro. Setelah kami puas mengisi kekosongan perut, kami menyusuri sepanjang jalan Marlyoboro. Sampai juga di jam 11 siang akhirnya kami memutuskan untuk ke penginapan, kami rehat sejenak kemudian mandi , sholat dhuhur, lalu pergi menuju ke salah satu destinasi kami yaitu Candi Prambanan :).










Sebelum meluncur ke lokasi pertam akami berfoto foto dulu
maafkan kenarsisan kami yah hehe






































4/26/2016

Untuk yang sedang berhijrah

April 26, 2016 0 Comments
Untukmu yang sedang berhijrah memperbaiki diri (termasuk saya pribadi), semoga istikomah dan dimudahkan oleh Allah.

Setiap niat baik pasji di uji, dan setiap hamba yang mengaku beriman pasti juga di uji.

Yang bertemu belum bertemu jodoh yakinlah jodohmu kelak juga sedang memperbaiki diri.

Kalaupun jodohmu bukan orang yang kau inginkan saat ini. Pasti Allah akan mempertemukanmu dengan seseorang minimal sama seperti dirimu yang berusaha memperbaiki diri saat menanti jodohnya.

Tentang rasa cinta jangan khawatir yakinlah 
Allah juga akan menumbuhkannya dihatimu, walaupun belum pernah bertemu sebelumnya. Karena Dia sang maha Cinta pemilik seruluh alam dan seisinya. Dia maha membolak balikkan hati, apa yang dikehendaki terjadi maka terjadilah. Kun fa Yakun :)


3/09/2016

Episode Kehidupan

Maret 09, 2016 0 Comments
Sumber gambar https://azansite.wordpress.com/page/13/
Bukan hanya cerita dalam bingkai tv yang mempunyai episode cerita, begitupun dalam kehidupan. Dalam setiap episode kehidupan yang kita lalui sudah berapa banyak peristiwa bahagia, sedih, gundah, tertekan, lelah, bahkan terkadang rasa putus asa menghampiri, hal  itu akan terus berputar bergantian datang dan pergi.
                        

Begitupula dalam episode kehidupan sudah berapa banyak orang yang singgah dalam hidup kita. Terkadang hanya datang untuk menyapa lalu pergi dan tak pernah kembali, datang untuk tinggal sejenak dan pergi, dan ada pula yang bertahan  dan mendampingi kita untuk berjuang dalam setiap fase kehidupan.

                   

Teman atau sahabat adalah salah satu hal yang sering datang dan pergi, pergi bukan berati melupakan kita tapi pergi memilih jalan yang mereka pilih dan melalui fase kehidupan mereka. Tapi, jangan biarkan teman atau sahabatmu pergi berllaubegitu saja, genggamalah mereka yang senantiasa mengingatkan dan mengajak dalam kebaikan. Selalu menjaga ukhuwah dan silatutahmi dan saling mnegingatkan dalam segala hal terutama kebaikan.
                        

Manfaatkan setiap momentum dalam setiap fase hidup  untuk belajar, berkreasi, berbagi dan bermanfaat bagi orang lain. Karena dalam setiap eposide kehidupan pasti menyimpan hikmah dan pelajaran serta menumbuhkan kehidupan.
·          

2/28/2016

Siapa Dia?

Februari 28, 2016 0 Comments

Siapa dia?
Sering mendengar namanya disebut?

Siapa dia?
Mungkin sudah lama atau terlalu lama mengenalnya?

Siapa dia?
Kau anggap saudara, teman, sahabat, atau seseorang yang pernah hanya sekedar menyapa lalu pergi.

Siapa dia?
Pernah merasa sedih, gundah, gulana, galau,  dan bahagia karena dia?

Siapa dia?
Seseorang yang pernah, sekarang, atau nanti kau harapkan tetap tinggal dihatimu?

Siapakah sebenarnya dia?
Seseorang yang membuat jantungmu berdetak kencang?
Salah satu orang yang memacu hormon endorfinmu?
Atau seseorang yang kau harapkan jadi partener hidupmu?
Mungkin juga seseorang yang bisa mengaduk-aduk emosimu? (semen kali di aduk-aduk)

Siapa dia?
Seseorang yang membuatmu meneteskan air mata saat sengaja atau tidak sengaja menyebutkan atau membicarakan seseorang juga yang pernah dihatinya dulu.

Sudahlah, jika memang dia terbaik untukmu Allah  pasti akan menjaga dan menetapkan hatinya kelak padamu.
Jika memang tidak, pasti Allah pasti menggantikannya dengan yang lain :)
Jangan buang waktumu hanya untuk mencemburuinya, belum tentu dia takdir atau jodohmu.
Yang terpenting fokus saja sama Allah, dan berusaha jadi yang terbaik.
Cemburu saja pada mereka yang lebih bisa mendektakan diri dan fokus sama Allah. 

#Selfreminder

2/17/2016

Mengertilah

Februari 17, 2016 0 Comments

Sumber Image : Instagram kata-kata bijak
Mengapa saya buat postingan ini, karena saya sendiri pernah merasa baper dan juga pernah merasa anoyying dengan pertanyaan tersebut. Ya, mungkin ada yang hanya bercanda tapi apakah kita tahu bagaimana kondisi mood seseorang?, mungkin sedang bad mood atau sedang banyak masalah dan itu bisa mempengaruhi respon dari lawan bicara.

Siapa sih yang tidak mau menikah?, termasuk saya. Jika dibilang buru-buru menikah juga tidak, ingin telat menikah juga tidak. Karena rezeki, jodoh, dan maut kan sudah di atur sama sang Maha Kuasa, kita hanya wajib berikhtiar, walaupun sudah berusaha tapi jika belum saatnya mau bilang apa?. Husnudhon (berfikir positif) saja, mungkin Allah memberikan waktu untuk memperbaiki diri, dan memantaskan diri dengan jodoh kita kelak. 

Tapi terkadang lingkungan sekitar seperti keluarga, teman, maupun sahabat sering kali menanyakan hal yang sama, "kapan nikah?" itu yang membuat baper dan kesal. Seharusnya memang tak perlu kesal, aminkan saja dan mohon doa agar segera menyusul menikah. Tapi, saat suana hati sedang tidak enak, dan emosi sulit diajak kompromi rasanya ingin marah-marah, astagfirullah kadang bisikan setan mengiang2 untuk mebalas rasa kesal yang saya rasakan. 

Mohon mengertilah, hargailah bahwa siapaun manusia normal pasti ingin menikah. hargailah proses dan perjuangan orang lain untuk sama seperti orang lain yaitu menikah. Tidak ada salahnya bertanya seperti itu, tapi lihatlah situasi dan kodisinya, tidak maukan hanya gara-gara satu pertanyaan mendapatkan dosa karan amenyakiti atau menyinggung perasaan orang lain dan merusak silaturahmi?,  padahal awalnya mungkin tidak bermaksud seperti itu.

Apapun itu cobalah mengerti dan posisikan diri jika berada di posisi orang tersebut.